Sinergi Lapas dan MUI untuk Transformasi Spiritual
Komitmen Lapas Narkotika Tanjung Pinang dalam memperkuat pembinaan kerohanian warga binaan pemasyarakatan (WBP) kini memasuki fase baru dengan rencana pembentukan pesantren. Inisiatif strategis ini dilakukan melalui sinergi bersama MUI Kepulauan Riau, yang diharapkan menjadi pusat pendidikan spiritual di dalam lapas.
Kunjungan berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan, dengan kehadiran langsung Ketua Umum MUI Kepri, Dr. K.H. Bambang Maryono, M.PDi, beserta jajaran pengurus dan Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepri. Rombongan diterima oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Riau, Aris Munandar, dan Kepala Lapas Narkotika Tanjung Pinang, Fauzi Harahap.
Dukungan Penuh untuk Pembentukan Fasilitas Pendidikan Agama
Dalam sambutannya, Aris Munandar menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pembentukan pesantren. Ia menekankan bahwa kehadiran fasilitas pendidikan agama akan menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan secara berkelanjutan. Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau siap memfasilitasi koordinasi lintas pihak agar program tersebut dapat segera terealisasi.
Ketua Umum MUI Kepri mengapresiasi langkah visioner lapas yang tidak hanya berfokus pada pembinaan fisik dan keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek spiritual. Menurutnya, pesantren di dalam lapas dapat menjadi ruang transformasi mental yang efektif, membekali warga binaan dengan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi kuat saat kembali ke tengah masyarakat. "MUI mendukung penuh pembentukan pesantren ini sebagai wadah transformasi mental dan spiritual. Kami ingin para warga binaan memiliki bekal agama yang kuat saat kembali ke masyarakat nanti," ujarnya.
Tausiyah dan Doa Bersama untuk WBP
Kegiatan kunjungan juga diisi dengan tausiyah langsung dari Ketua MUI Kepri kepada ratusan WBP. Dalam pesannya, ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan masa pidana sebagai ruang refleksi diri, dengan menumbuhkan sikap sabar, ikhlas, dan senantiasa bersyukur, terutama atas nikmat kesehatan dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Suasana khidmat semakin terasa saat kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Sekretaris Umum MUI Kepri, Drs. Edi Syafrani. Harapan besar pun disematkan pada sinergi antara lapas, MUI, dan Baznas agar menjadi langkah nyata dalam mencetak insan pemasyarakatan yang tidak hanya taat secara hukum, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat luas.