Batam — Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura membuka Musyawarah Nasional Afiliasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Indonesia ke-8 Tahun 2026 yang diselenggarakan di Hotel Sahid Vanilla Nagoya. Acara yang dihadiri perwakilan Bank Indonesia, perbankan, dan pengurus DPD APVA dari seluruh Indonesia ini mengusung tema "Memperkuat Sinergi Industri KUPVA untuk Stabilitas Sistem Keuangan Nasional".
Peran Strategis APVA di Wilayah Perbatasan
Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menekankan bahwa APVA memiliki posisi vital dalam mendukung stabilitas sistem keuangan, terutama di daerah perbatasan seperti Kepulauan Riau yang memiliki aktivitas ekonomi internasional yang tinggi. "Kami memandang APVA memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kepri," ujar Nyanyang.
Wagub menjelaskan bahwa APVA tidak hanya berfungsi sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antar pelaku usaha, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga tata kelola usaha yang sehat, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Tantangan dan Adaptasi Industri Valuta Asing
Nyanyang mengingatkan bahwa tantangan industri ke depan semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, fluktuasi nilai tukar global, peningkatan pengawasan transaksi keuangan, hingga tuntutan transparansi dan akuntabilitas. "Kondisi ini menuntut seluruh pelaku usaha untuk terus beradaptasi dan berinovasi agar mampu bersaing sekaligus tetap patuh terhadap ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Rumusan Strategis untuk Penguatan Industri KUPVA
Melalui pelaksanaan Munas, Wagub berharap dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang mencakup penguatan sistem pengawasan dan kepatuhan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital dalam layanan usaha, serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait. "Melalui Munas ini, kami berharap lahir rumusan strategis yang mampu memperkuat industri KUPVA, baik dari sisi pengawasan, peningkatan kompetensi, hingga pemanfaatan teknologi digital," tambahnya.
Wagub juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung iklim usaha yang kondusif, termasuk memberikan kemudahan investasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemilihan Kepemimpinan APVA Masa Bakti 2026–2030
Kesempatan ini juga menjadi momentum pemilihan kepengurusan baru APVA Indonesia untuk masa bakti 2026–2030. Wagub mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Munas dan berharap "kepengurusan yang baru nantinya semakin aktif dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan perekonomian nasional maupun daerah."
Ketua Umum APVA Indonesia Amat Tantoso menekankan pentingnya peran organisasi dalam menjaga ekosistem keuangan nasional, khususnya dalam mendukung pencegahan tindak pidana pencucian uang serta menjaga kedaulatan rupiah sebagai mata uang resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan Munas APVA ke-8 diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus peningkatan kontribusi industri valuta asing dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.