BATAM — Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 dipastikan bakal menyapa masyarakat Kepulauan Riau melalui kolaborasi strategis antara BP Batam dan TVRI Kepri. Sinergi ini tidak hanya fokus pada penyiaran pertandingan, tetapi juga dirancang untuk menghidupkan ruang publik dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
Potensi Ekonomi Mikro dari Euforia Sepak Bola Dunia
Kepala Stasiun TVRI Kepulauan Riau, Yenni Marlinda, menjelaskan bahwa aktivitas seperti nonton bareng (nobar) memiliki dampak domino bagi pelaku usaha kecil. Keramaian massa di satu titik lokasi biasanya memicu peningkatan penjualan produk kuliner dan kerajinan tangan.
“Euforia Piala Dunia kami harap memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di Kepulauan Riau, khususnya Batam,” ujar Yenni saat melakukan audiensi di Gedung Annex 2, Batam Centre, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, kehadiran penonton di ruang-ruang publik menjadi peluang emas bagi ekonomi mikro. TVRI Kepri pun membuka pendaftaran bagi pihak yang ingin berpartisipasi dalam program terkait melalui laman resmi bolagembira.tvrinews.com.
Hak Siar Resmi FIFA dan Kesiapan Televisi Digital
Sebagai pemegang hak siar resmi FIFA untuk wilayah Indonesia, TVRI akan menayangkan seluruh pertandingan melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport. Masyarakat dapat mengakses siaran tersebut menggunakan televisi digital berbasis UHF secara gratis.
Bagi warga yang masih menggunakan perangkat televisi analog, Yenni mengingatkan pentingnya penggunaan alat tambahan. Perangkat set top box (STB) diperlukan agar kualitas gambar dan suara siaran Piala Dunia dapat diterima dengan optimal oleh masyarakat di pelosok Kepri.
Sinergi BP Batam Perkuat Ruang Interaksi Publik
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyambut positif inisiatif ini sebagai sarana membangun interaksi sosial yang sehat. Menurutnya, momentum olahraga global harus dimanfaatkan untuk memperkuat kohesi masyarakat Batam.
“Kami menyambut kolaborasi ini dan berharap seluruh kegiatan berjalan lancar,” kata Ariastuty. Ia menegaskan bahwa dukungan ini sejalan dengan arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala Li Claudia Chandra untuk terus menggerakkan partisipasi publik.
Ariastuty menilai peran media publik seperti TVRI sangat krusial dalam menyajikan hiburan yang terkurasi sekaligus edukatif. Melalui kerja sama ini, BP Batam ingin memastikan bahwa manfaat dari perhelatan Piala Dunia 2026 dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, baik dari sisi hiburan maupun penguatan ekonomi lokal.