Disdik Kepri Catat Kelulusan SMA 99,94 Persen, Targetkan 100 Persen 2027

Dinas Pendidikan Kepri catat tingkat kelulusan SMA 99,94 persen pada tahun 2026.
Penulis: Saifuddin Wahid
Rabu, 06 Mei 2026 | 11:44:40 WIB

TANJUNGPINANG — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan hasil kelulusan tingkat menengah atas tahun 2026 yang menunjukkan tren stabil. Dari total 32.518 siswa yang terdaftar di jenjang SMA, SMK, dan SLB, hanya 19 orang yang dinyatakan tidak lulus tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa capaian 99,94 persen tersebut mencerminkan konsistensi kualitas pendidikan di wilayah kepulauan. Meskipun angka kelulusan sudah hampir menyentuh angka sempurna, pemerintah daerah masih memberikan perhatian khusus pada belasan siswa yang gagal menyelesaikan studi mereka.

Penyebab 19 Siswa Tidak Lulus: Faktor Kehadiran hingga Menikah

Andi mengungkapkan bahwa mayoritas siswa yang tidak lulus berasal dari sekolah swasta dengan latar belakang masalah yang beragam. Berdasarkan data evaluasi Disdik Kepri, kendala utama bukan terletak pada kemampuan akademik, melainkan pada kedisiplinan dan faktor sosial di lingkungan siswa.

“Sebanyak 18 orang tidak lulus karena tidak mengikuti kegiatan belajar, sementara satu orang lainnya karena alasan menikah,” ujar Andi saat dikonfirmasi di Tanjungpinang, Selasa (5/5/2026).

Pihak dinas mencatat bahwa ketidakhadiran dalam proses belajar mengajar secara rutin menjadi hambatan utama bagi sekolah untuk memberikan penilaian akhir yang memenuhi syarat kelulusan. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi sekolah, terutama pihak swasta, untuk memperketat pengawasan kehadiran siswa.

Strategi Kejar Target Kelulusan 100 Persen pada 2027

Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk menghapus sisa persentase ketidaklulusan tersebut pada tahun ajaran berikutnya. Langkah konkret yang disiapkan meliputi edukasi intensif dan pendampingan langsung ke setiap satuan pendidikan di kabupaten dan kota.

“Kami terus berupaya agar persentase kelulusan di Kepri mampu mencapai angka sempurna atau 100 persen di tahun depan,” tegas Andi.

Melalui pendampingan ini, sekolah diharapkan mampu mendeteksi dini siswa yang memiliki potensi putus sekolah atau bermasalah dengan kehadiran. Upaya preventif tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh siswa yang terdaftar dalam daftar nominasi tetap mengikuti proses belajar hingga dinyatakan lulus secara resmi pada 2027.

Reporter: Saifuddin Wahid