Jordan Pickford Tatap Turnamen Kelima Usai Akhiri Kutukan Penalti Inggris

Jordan Pickford siap menghadapi turnamen mayor kelima sebagai penjaga gawang utama timnas Inggris.
Penulis: Ridwan Azhari
Sabtu, 09 Mei 2026 | 22:39:01 WIB

Jordan Pickford kini bersiap melakoni turnamas mayor kelimanya sebagai penjaga gawang utama timnas Inggris setelah konsisten mengawal mistar sejak Piala Dunia 2018. Kiper Everton ini menegaskan bahwa keberhasilannya menepis penalti Kolombia enam tahun lalu menjadi titik balik krusial bagi mentalitas skuad The Three Lions.

Jordan Pickford telah menjadi sosok yang tidak tergantikan di bawah mistar gawang Inggris sejak debut kompetitifnya di Rusia. Menjelang turnamen besar berikutnya, pemain berusia 32 tahun ini tercatat sebagai pemain dengan pengalaman internasional paling melimpah di skuad saat ini, hanya kalah dari sang kapten, Harry Kane, dalam hal jumlah penampilan di turnamen mayor.

Aksi Heroik Lawan Kolombia Ubah Label Underachiever Inggris

Salah satu pencapaian paling ikonik dalam karier Pickford adalah saat ia menepis tendangan Carlos Bacca dalam adu penalti babak 16 besar Piala Dunia 2018 melawan Kolombia. Momen tersebut tidak hanya memenangkan pertandingan, tetapi juga menghapus trauma panjang Inggris terhadap babak adu penalti yang selama puluhan tahun menghantui mereka.

"Itu adalah momen besar bagi saya, tetapi juga bagi kami sebagai tim. Kami semua merasakan ada pergeseran di seluruh negeri sejak saat itu, bahwa kami telah beranjak dari label tim yang selalu gagal menjadi bangsa yang benar-benar percaya diri," ujar Pickford saat merefleksikan perjalanannya.

Kemenangan di Moskow tersebut menurutnya bukan sekadar faktor keberuntungan. Pickford mengungkapkan bahwa hasil tersebut adalah buah dari kerja keras di balik layar, baik secara individu dalam mempelajari arah bola maupun koordinasi tim dalam mengeksekusi penalti di bawah tekanan tinggi.

Hanya Kalah dari Harry Kane dalam Rekor Penampilan

Konsistensi Pickford terbukti dengan statusnya yang selalu menjadi pilihan utama Gareth Southgate di setiap kompetisi bergengsi. Sejak tampil perdana melawan Tunisia pada musim panas 2018, ia terus berevolusi menjadi sosok pemimpin di lini pertahanan. Pengalamannya kini menjadi aset berharga bagi ruang ganti Inggris yang mulai dihuni banyak pemain muda.

Statistik menunjukkan bahwa Pickford merupakan pilar utama dalam kebangkitan modern Inggris. Ia selalu menuntut standar tinggi dari dirinya sendiri untuk terus membuktikan bahwa ia layak menyandang predikat kiper terbaik di negaranya. Ambisinya belum padam, terutama dengan target besar untuk membawa pulang trofi Piala Dunia ke tanah Inggris.

Misi Mentransfer Pengalaman Kepada Generasi Baru Tiga Singa

Meski kini dikenal sangat tenang, Pickford mengakui bahwa ia sempat merasakan ketegangan luar biasa saat melakoni debutnya di Rusia. Pertandingan pembuka melawan Tunisia menjadi salah satu dari sedikit momen di mana ia merasa gugup sebelum melangkah ke lapangan hijau.

"Saya biasanya tidak merasa gugup, tetapi pertandingan melawan Tunisia itu adalah salah satu momen langka di mana saya merasakannya. Pengalaman yang luar biasa bisa berjalan keluar untuk memainkan pertandingan Piala Dunia pertama Anda," kenangnya.

Kini, dengan status sebagai pemain senior, Pickford merasa memiliki tanggung jawab lebih. Ia berkomitmen untuk membimbing rekan-rekan setimnya yang baru pertama kali merasakan atmosfer turnamen besar agar mereka bisa mengatasi tekanan mental seperti yang pernah ia lalui.

Reporter: Ridwan Azhari