Mangrove Batam Susut 10 Ribu Hektare, Amsakar Tanam 2.000 Bibit

Walikota Batam Amsakar Achmad menanam 2.000 bibit mangrove di Tanjung Bemban sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir.
Penulis: Saifuddin Wahid
Minggu, 10 Mei 2026 | 13:45:59 WIB
untuk memulihkan benteng hijau pesisir yang kian kritis. ISI:

BATAM — Pesisir Kota Batam kini dalam kondisi kritis setelah 10.000 hektare hutan mangrove hilang tergerus pembangunan kawasan industri. Data mengkhawatirkan ini mencuat dalam aksi lingkungan bertajuk "Save Mangrove, Save The World" di wilayah Nongsa.

Ketua Panitia, Yasri Efendi, menegaskan penyusutan vegetasi pesisir mengancam keseimbangan ekosistem pulau secara permanen. Dari total luas awal 11.760 hektare, kawasan mangrove Batam kini hanya menyisakan 1.700 hektare.

“Kondisi ini menjadi alarm bagi kita semua,” ujar Yasri Efendi melalui keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

Kondisi Kritis: Mangrove Batam Tersisa 1.700 Hektare

Deforestasi pesisir ini memicu hilangnya habitat biota laut sekaligus menurunkan kapasitas penyerapan karbon di Batam. Sebagai mitigasi, sebanyak 2.000 bibit Rhizophora mucronata ditanam dengan teknik jarak 1x4 meter di Tanjung Bemban.

Walikota Batam Amsakar Achmad turun langsung ke lokasi guna memastikan kelestarian alam tidak dikorbankan demi pembangunan ekonomi. Ia menegaskan mangrove adalah warisan ekologi yang wajib terjaga bagi generasi mendatang.

“Kita harus bijak mencari formula agar lingkungan tetap lestari sebagai titipan bagi anak cucu kita,” kata Amsakar di hadapan mahasiswa Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA).

Amsakar Achmad: Lingkungan Bukan Sekadar Seremonial

Amsakar, pendiri FISIP UNRIKA, meminta mahasiswa tidak terjebak dalam aksi formalitas semata. Ia mendorong agen perubahan mengimplementasikan teori lingkungan menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Jangan hanya semangat saat seremonial saja. Saya berharap pemahaman teoretis di kampus diimplementasikan secara nyata,” tegasnya.

Pemkot Batam menilai mangrove krusial karena daya serap karbonnya melampaui tumbuhan darat. Ekosistem ini juga menjadi tumpuan ekonomi warga pesisir sebagai habitat berbagai komoditas laut.

Kolaborasi Mitigasi Krisis Iklim

Penanaman di Tanjung Bemban mengolaborasikan pemerintah daerah, mahasiswa, dan sektor swasta. Aksi ini turut didukung Yayasan Kusuma di bawah pembinaan tokoh Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah.

Rehabilitasi ini diharapkan memantik gerakan lingkungan masif di titik pesisir Batam yang telah gundul. Pemkot Batam berkomitmen menyeimbangkan status pusat investasi dengan kewajiban menjaga benteng hijau pesisir.

Reporter: Saifuddin Wahid