Sebanyak 5.120 Pelajar SD-SMP di Batam Tari Zapin Massal Bareng Wali Kota di Hardiknas 2026, Semarakkan Pelestarian Budaya
BATAM — Ribuan pelajar yang kompak mengenakan busana Melayu itu menari serempak dengan penuh antusias di pusat pemerintahan kota. Penampilan kolosal ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol nyata pelestarian budaya daerah di kalangan generasi muda.
Wali Kota dan Forkopimda Ikut Bergoyang di Tengah Ribuan Pelajar
Kemeriahan semakin terasa ketika Amsakar dan Li Claudia turun langsung membaur bersama para pelajar. Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga ikut menari dalam satu lingkaran akrab.
Momen ini menjadi bukti kedekatan pemimpin dengan warganya, khususnya generasi penerus.
Upacara Hardiknas: Pendidikan Adalah Proses Ketulusan dan Kasih Sayang
Sebelum tarian massal digelar, peringatan Hardiknas diawali dengan upacara bendera. Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Amsakar membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
“Pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan pendampingan untuk menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa,” ujar Amsakar di hadapan ribuan peserta upacara.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun karakter dan peradaban yang kuat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas harus dimulai dari ruang kelas.
IPM Batam Naik: Dari 83,32 ke 83,80 dalam Setahun
Dalam sambutannya, Amsakar juga menyoroti capaian positif dunia pendidikan di Batam. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota ini tercatat naik dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pendidikan di Kota Batam, mulai dari guru, tenaga pendidik, orang tua, hingga para siswa,” katanya.
Seragam Sekolah Gratis untuk Murid Baru, Termasuk Baju Kurung Melayu
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Batam kembali melanjutkan program bantuan seragam sekolah gratis. Bantuan ini diperuntukkan bagi murid baru SD dan SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Paket seragam yang diberikan meliputi seragam nasional lengkap beserta atribut dan seragam kurung Melayu. Langkah ini sekaligus menjadi penguatan identitas budaya lokal sejak dini.
Pesan Ki Hajar Dewantara Masih Relevan di Era Modern
Dalam amanat yang dibacakan, Menteri Abdul Mu’ti kembali menyinggung pemikiran Ki Hajar Dewantara. Konsep pendidikan yang menekankan nilai asah, asih, dan asuh dinilai tetap relevan untuk menghadapi tantangan zaman.
“Jika ingin memajukan bangsa, maka pendidikan harus diperkuat. Dan jika ingin memperbaiki pendidikan, maka pembenahan harus dimulai dari dalam kelas,” lanjut Amsakar mengutip amanat menteri.
Kolaborasi untuk Generasi Cerdas dan Berkarakter
Menutup peringatan Hardiknas 2026, Wali Kota Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata.
“Melalui semangat kebersamaan, mari kita wujudkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan membanggakan daerah serta bangsa,” tutupnya.