Ekonomi Karimun Tumbuh 7,8 Persen dengan Inflasi 1 Persen, Bupati Minta OPD Tak Terlena

Pertumbuhan ekonomi Karimun mencapai 7,8 persen dengan inflasi 1 persen pada tahun berjalan.
Penulis: Muzakir Salim
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:33:53 WIB

KARIMUN — Angka pertumbuhan ekonomi 7,8 persen dan inflasi 1 persen menjadi sinyal pemulihan aktivitas ekonomi di Karimun. Bupati Ing Iskandarsyah menyebut capaian itu bukti roda ekonomi berjalan di jalur yang benar. Namun, ia menekankan agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak terlena.

Arahan Bupati: Program Harus Tepat Sasaran hingga Level Terkecil

“Saya minta seluruh OPD tidak terlena. Pengawasan dan pengendalian program harus dilakukan hingga ke level paling kecil agar setiap kebijakan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Ing Iskandarsyah, dikutip dari laman resmi Pemkab Karimun.

Ia menyoroti sejumlah program prioritas daerah yang perlu diperkuat. Mulai dari peningkatan layanan kesehatan, penguatan investasi, hingga percepatan digitalisasi pelayanan publik.

RSUD Muhammad Sani Ditargetkan Jadi Pusat Layanan Unggulan

Di sektor kesehatan, Pemkab Karimun mendorong RSUD Muhammad Sani menjadi pusat layanan unggulan. Dukungan tenaga dokter spesialis dan fasilitas memadai menjadi prioritas agar masyarakat tidak perlu berobat ke luar daerah.

Program Makan Bergizi Gratis Serap 1.200 Tenaga Kerja Lokal

Bupati juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini telah menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja lokal dan memberi dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Selain itu, perluasan lapangan kerja dilakukan melalui optimalisasi peran BP Karimun dan pengelolaan pelabuhan strategis.

Layanan Publik dan Kesejahteraan ASN Jadi Perhatian

Di bidang pelayanan publik, Pemkab Karimun mempercepat penerapan sistem pembayaran non-tunai atau e-money. Langkah ini untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan. Ing Iskandarsyah juga menegaskan komitmennya menjaga kesejahteraan pegawai, termasuk pembayaran THR dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) tepat waktu.

Reporter: Muzakir Salim