Tanjungpinang - Pengelola Pasar Sejati Km 8 Atas terus berupaya membenahi diri untuk menjadikan pasar tersebut sebagai salah satu sentra perputaran ekonomi masyarakat di Kota Tanjungpinang. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari bazar ekonomi, bazar kuliner, pasar sore, hingga senam sehat yang rutin diadakan setiap Sabtu dan Minggu.

Pengelola Pasar Sejati Km 8 Atas, Hengky, mengatakan seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghidupkan sentra-sentra ekonomi masyarakat. Dalam kegiatan senam sehat akhir pekan, pengelola turut menyiapkan doorprize bagi para peserta.

Hengky menambahkan, pihaknya hingga saat ini masih menyediakan lapak, meja, maupun kios bagi para pedagang yang ingin berjualan di Pasar Sejati Km 8 Atas. Masyarakat yang berminat berjualan dapat menghubungi langsung pihak pengelola.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Pasar Sejati Km 8 Atas berada di posisi yang cukup strategis. Akses menuju lokasi tersebut mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan utama, tepatnya di Jalan Raja Haji Fisabilillah, ditunjang pula dengan fasilitas parkir yang cukup luas bagi pengunjung.

Pasar Sejati Km 8 Atas resmi beroperasi sejak 1 September 2025 dan sempat digadang-gadang menjadi pesaing Pasar Bintan Center yang selama ini menjadi pusat perbelanjaan tradisional di Tanjungpinang Timur. Namun, dalam perjalanannya, pasar tersebut sempat mengalami masa sepi pembeli. Pemerintah Kota Tanjungpinang bahkan pernah mendorong pengelola untuk terus berinovasi, baik dari sisi pelayanan maupun penyesuaian harga, agar mampu bersaing dengan pasar lain di kota tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, sebelumnya menegaskan pemerintah daerah tidak dapat mengintervensi operasional pasar terlalu jauh karena pengelolaannya berada di bawah pihak ketiga atau swasta. Ia turut membantah isu yang sempat beredar bahwa Pasar Sejati telah tutup total, dan memastikan pasar tersebut masih beroperasi sembari terus mencari formula baru untuk menarik pelanggan.

Sebagai bagian dari upaya menarik minat pedagang, pengelola sebelumnya juga sempat menawarkan promo bebas biaya sewa lapak, dengan pedagang hanya dikenakan biaya pemakaian listrik.

Reporter: ABDUL FATAH