TANJUNGPINANG — Pilihan menjalani proses persalinan di rumah sakit rekanan BPJS Kesehatan di Tanjungpinang bukan tanpa sebab bagi Umi Silvia, 40 tahun. Pasien asal Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, itu menjalani proses persalinan dengan metode operasi sesar (SC) di Tanjungpinang, jauh dari kampung halamannya.
Saat ditemui di rumah orang tuanya di Jalan Sultan Machmud, Tanjungpinang, Umi menceritakan pengalamannya menjalani rangkaian tahapan persalinan hingga selesai. Ia mengatakan keputusan untuk bersalin di Tanjungpinang merupakan pilihannya sendiri.
"Kan ini anak ketiga, anak pertama dan kedua juga operasi. Ya, supaya dekat dengan ibu. Adik dan kakak saya juga di sini, jadi bisa bantu kalau ada apa-apa," katanya saat diwawancarai di rumah ibunya.
Umi berlayar dari Letung menuju Pelabuhan Kijang pada Senin, 31 Agustus 2026, menggunakan KM Bukit Raya, didampingi suami dan salah satu anaknya. Ia tiba di Tanjungpinang dengan membawa surat rujukan dari RSUD Letung menuju Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (RUMKITAL) dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang.
Dalam kesempatan yang sama, Umi menceritakan pengalamannya sejak berangkat dari Letung hingga menjalani tahap demi tahap proses persalinan di rumah sakit militer tersebut.
"Tidak ribet, kok. Bahkan pelayanan rumah sakitnya juga oke. Dokternya baik dan perawatnya juga ramah-ramah. Profesional, lah. Padahal fasilitas kami kelas tiga," ujarnya.
Umi juga menceritakan pengalaman suaminya saat mendaftarkan kepesertaan anak mereka yang baru lahir ke kantor BPJS Kesehatan yang beralamat di Jalan Sunaryo, Tanjungpinang.
"Suami saya bilang pelayanannya bagus. Fasilitasnya enggak kalah sama bank-bank swasta. Bahkan katanya dilayani dan didatangi customer service-nya langsung di tempat duduk tunggu, bukan sebaliknya seperti kebiasaan umumnya yang kita sebagai tamu antre dan datang ke meja pelayanan," tambahnya.
Kini, Umi dan bayinya masih menjalani perawatan pascapersalinan dengan mengikuti jadwal kontrol dari dokter yang menanganinya.