BINTAN — Keberangkatan KM Bukit Raya dari Pelabuhan Sei Kolak Kijang menuju Tarempa, ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas, mundur sekitar dua jam dari jadwal semula, Jumat, 18 September 2026. Kapal yang seharusnya berangkat pukul 17.00 WIB itu baru berangkat sekitar pukul 19.00 WIB pada hari yang sama.

Salah seorang calon penumpang yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kecewa dengan mundurnya jadwal keberangkatan tersebut. Ia mengatakan telah tiba di Pelabuhan Sei Kolak Kijang sejak pukul 16.00 WIB demi mengejar jadwal yang tertera di tiketnya.

"Dari Tanjungpinang kami buru-buru tadi, bang. Takut ketinggalan kapal. Ternyata dapat kabar dari penumpang lain, katanya malah mundur ke jam tujuh malam baru berangkat," katanya saat diwawancarai di pelabuhan tersebut.

Penumpang itu mengaku belum mengetahui penyebab pasti penundaan keberangkatan kapal hingga pukul 19.00 WIB.

Di tempat lain, awak media menelusuri informasi dengan mendatangi ruang informasi di dek empat KM Bukit Raya dan menemui Noval, salah seorang awak kapal yang sedang bertugas. Dari Noval, diperoleh keterangan mengenai penyebab mundurnya jadwal KM Bukit Raya dari Pelabuhan Sei Kolak Kijang menuju Pelabuhan Letung.

"Dari Belinyu ke sini gelombangnya tinggi, kemudian kapal juga melawan arus, bang," kata Noval.

Ia menambahkan, di tengah pelayaran dari Belinyu menuju Pelabuhan Sei Kolak Kijang, kapal turut melaksanakan latihan penurunan sekoci yang melibatkan penumpang dan awak kapal. Latihan tersebut memakan waktu sekitar satu setengah jam.

"Simulasi, bang, atau latihan meninggalkan kapal. Jadi ini buat mengukur kesiapan awak kapal bila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat dan kita terpaksa harus meninggalkan kapal," lanjut Noval saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Noval juga menyebut ada 908 penumpang yang saat ini melakukan pelayaran bersama KM Bukit Raya milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dari Pelabuhan Sei Kolak Kijang menuju Pelabuhan Letung dan tujuan-tujuan lanjutan.

Reporter: BOBI