TANJUNGPINANG — Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, menjawab langsung pertanyaan warga Tanjung Siambang seputar status kepemilikan rumah yang mereka tempati, dalam acara Dialog di RRI Tanjungpinang. Acara tersebut digelar dalam rangkaian agenda menyambut Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ke-24.
Dalam sesi tanya jawab, seorang warga Tanjung Siambang, Abdul, menanyakan kejelasan status perumahan yang saat ini ditempati warga, yang hingga kini masih tercatat atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ansar mengatakan sejak awal menjabat, dirinya telah berupaya berkomunikasi dengan masyarakat agar rumah tersebut dapat diserahkan kepada warga. Namun, ia menjelaskan penyerahan belum bisa dilakukan karena masih ada persoalan administrasi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mengingat proses ganti rugi kepada masyarakat saat pembebasan lahan sebelumnya telah dilakukan.
Ansar menyebut pihaknya akan mencari formula atau solusi agar rumah tersebut bisa diserahkan kepada masyarakat, salah satunya dengan melibatkan yayasan atau koperasi, mengingat perumahan tersebut tidak dapat diserahkan secara perorangan, melainkan harus melalui kelembagaan. Ia menyatakan akan segera melakukan koordinasi terkait hal itu, sekaligus mengingatkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk fokus menangani persoalan tersebut hingga tuntas.
Selain soal status rumah, Abdul turut menyinggung audiensi masyarakat dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada Juli 2025, yang saat itu diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara. Salah satu poin yang disampaikan dalam audiensi tersebut adalah kondisi jalan dari kawasan Markas Komando (Mako) Satpol PP Kepri hingga wilayah Pantai Setumu, yang hingga kini masih berupa jalan bebatuan dan kondisinya cukup buruk.
Abdul menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses utama warga sekaligus jalur menuju sejumlah pantai wisata. Menurutnya, apabila jalan itu diperbaiki, minimal melalui pengerasan dengan semen atau semenisasi, dampaknya akan cukup signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Ansar merespons hal tersebut dengan menyatakan akan segera melakukan pengecekan kembali ke lokasi.
Abdul menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Tanjung Siambang atas atensi dan harapan yang diberikan Gubernur Kepri. Ia menyebut hal itu sebagai kado di usia ke-24 Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus sebagai bentuk perhatian dari Ansar Ahmad menjelang akhir masa jabatannya sebagai gubernur.
Dalam acara yang sama, tokoh sentral pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, Dato H. Huzrin Hood, turut berpesan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau agar menyelesaikan janji kepada masyarakat sejak awal penetapan Tanjung Siambang sebagai pusat perkantoran pemerintahan.