Tanjungpinang — Kabut asap menyelimuti Pulau Bintan dan sekitarnya, Senin, 14 September 2026, sebagai dampak dari kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kualitas udara di kawasan tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan jarak pandang di bandara tercatat sekitar 3,5 kilometer akibat pola angin kencang dari arah tenggara yang membawa partikel asap ke wilayah Kepulauan Riau.

Di Tanjungpinang, Indeks Kualitas Udara (AQI) berdasarkan data IQAir menembus angka 134, atau masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani, mengatakan alat ukur kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Tanjungpinang saat ini dalam kondisi rusak, sehingga pemantauan sementara mengandalkan data digital IQAir sebagai rujukan utama.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Karimun. Kualitas udara di wilayah itu berada dalam kategori tidak sehat dengan Indeks Kualitas Udara mencapai 164 dan konsentrasi PM2.5 sekitar 75,2 mikrogram per meter kubik sebagai polutan utama. Forecaster BMKG Karimun, Younggy Hutabarat, menjelaskan sebaran asap di Kepulauan Riau saat ini bergerak dominan ke arah barat laut hingga utara, sejalan dengan pola angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara.

"Kondisi tersebut dapat menyebabkan udara tampak berkabut, langit berwarna putih keabu-abuan, matahari terlihat lebih redup, serta objek pada jarak jauh menjadi kurang jelas," kata Younggy.

Sementara di Batam, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat mencapai 82,9 mikrogram per meter kubik pada Senin pagi, sehingga kualitas udara juga masuk kategori tidak sehat. Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Ramelan, menyebut kabut asap yang menyelimuti Batam merupakan kiriman dari wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari.

Adapun untuk Pulau Bintan sendiri, prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani, menyatakan tidak ada titik panas atau hotspot yang teridentifikasi di sekitar wilayah tersebut berdasarkan pemantauan pada Senin pukul 14.30 WIB. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau mewaspadai kemungkinan munculnya kabut asap lokal karena kondisi cuaca yang masih relatif kering disertai tiupan angin yang cukup kencang.

BMKG mengimbau warga Kepulauan Riau untuk melindungi diri dengan menggunakan masker jenis N95 guna menyaring partikel halus, menutup rapat pintu dan jendela saat udara sedang pekat, serta mengurangi aktivitas berat di luar ruangan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan atau jantung.

Reporter: HASANUDIN